Minggu, 09 Desember 2012

memilih makanan yang baik


1.1  Latar Belakang Penelitian
Makanan adalah bahan yang dibutuhkan makhluh hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi, sumber tenaga dari makanan digunakan untuk menghangatkan dan menguatkan tubuh, mengganti bagian-bagian sel tubuh yang sudah rusak. Oleh karena itu, peran makanan bergizi sangat penting bagi kebutuhan tubuh.
Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya berasal dari bertani, berkebun dan bertenak. Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti mineral, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim dan lain-lain yang. Mineral berfungsi untuk menolong pembekuan darah, membentuk hemoglobin dan mengatur metabolism tubuh. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber tenaga. Protein untuk pertumbuhan, menggantikan atau memperbaiki sel-sel yang rusak serta mendukung ketahanannya. Lemak diperlukan tubuh sebagai penghangat dan pelindung organ seperti paru-paru, jantung, dan hati. Vitamin untuk kesehatan urat syaraf, mencegah pendarahan, meningkatkan pertumbuhan, kesehatan gigi dan mencegah infeksi. Enzim sangat berguna untuk manusia berusia lanjutkarena enzim adalah satu-satunya pekerja yang membangun tubuh (Anonim, tahun1).  Oleh karena makanan adalah sumber asupan gizi dan nutrisi, hendaklah berhati-hati falam memilih makanan yang baik untuk kebutuhan diri seperti disebutkan dalam Al-Qur’an surat Abasa : 24.
                                       (٢٤:س بع)  طَعَامِهِۦٓ  إِلَىٰ الْإِنسٰنُ  فَلْيَنظُرِ
“Hendaknya manusia memperhatikan makanannya” (penerjemah ,tahun)    

Makanan bisa berdampak sangat baik dan sangat buruk bagi kesehatan manusia. Makan yang berdampak baik bagi kesehatan manusia adalah makanan yang mengandung nilai gizi dan nutrisi tinggi, bahkan hanya dengan mengkonsumsi makanan yang baik, sesorang dapat sembuh dari penyakit tertentu. Sedangkan makanan yang buruk adalah makanan yang mengandung nilai gizi rendah, bahkan tidak mengandung gizi. Makanan yang buruk mengandung zat berbahaya, seperti bahan kimia berbahaya dan pengolahan makan yang buruk.
Betapa pentingnya mengkonsumsi makanan yang baik dan menghindari makan yang buruk seperti yang sebenarnya itu telah dianjurkan sejak 14 abad yang lalu oleh Allah di Al Qur’an surat Al-Baqarah : 168.
تَتَّبِعُوا۟ وَلَا طَيِّبًا حَلٰلًا الْأَرْضِ فِى مِمَّا كُلُوا۟ النَّاسُيٰٓأَيُّهَا  (١٦٨ : ةرقبلا) مُّبِينٌ عَدُمْ وٌّلَكُإِنَّهُۥ  ۚ الشَّيْطٰنِ خُطُوٰتِ 
Hai sekalian manusia ,makanlah yang halal lagi baik dari pada apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu“ (QS:2:168).
Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan hanya halal, tapi juga baik agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat lain seperti yang terdapat pada surat Al-Maidah : 88.
                    أَنتُم  الَّذِىٓ اللَّـهَ وَاتَّقُوا۟ ۚ  طَيِّبًا  حَلٰلًا  اللَّـهُ  رَزَقَكُمُ مِمَّا  وَكُلُوا۟    
                                                  (٨٨ : ةدئاملا) مُؤْمِنُونَ بِهِۦ 
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thoyib),dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” ( penerjemah ,tahun).
Makanan yang thoyib adalah mencakup makanan yang baik. Baik artinya makanan tersebut : bergizi, bersih, sehat, aman, berkualitas mulai dari pembelian bahan baku, pengawasan mutu, produksi, penyimpanan, distribusi, transportasi dan kemitraan (Anonim, tahun 2). Menurut William Wongso (tahun), seorang pakar kuliner ternama Indonesia ini dikenal dengan inovasi cita-rasa di dalam setiap masakannya, setiap orang bisa memulai hidup sehat dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat.
Pada umumnya masyarakat di Indonesia dalam mengolah makan yang  baik dan sehat  menggunakkan beberapa metode antara lain: mengukusan, merebus, membakar, menggoreng. Pengolahan makanan dengan mengukus  yaitu mematangkan bahan makanan menggunakan uap air, mengukus sering dipilih karena alasan kesehatan. Dalam mengukus, bahan makanan dimatangkan tanpa minyak, sehingga makanan kukus dianggap lebih sehat