1.1 Latar Belakang Penelitian
Makanan
adalah bahan yang dibutuhkan makhluh hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi,
sumber tenaga dari makanan digunakan untuk menghangatkan dan menguatkan tubuh,
mengganti bagian-bagian sel tubuh yang sudah rusak. Oleh karena itu, peran
makanan bergizi sangat penting bagi kebutuhan tubuh.
Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya berasal
dari bertani, berkebun dan bertenak.
Pada
umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti mineral,
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim dan lain-lain yang. Mineral
berfungsi untuk menolong pembekuan darah, membentuk hemoglobin dan mengatur metabolism
tubuh. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber tenaga. Protein untuk pertumbuhan,
menggantikan atau memperbaiki sel-sel yang rusak serta mendukung ketahanannya.
Lemak diperlukan tubuh sebagai penghangat dan pelindung organ seperti
paru-paru, jantung, dan hati. Vitamin untuk kesehatan urat syaraf, mencegah
pendarahan, meningkatkan pertumbuhan, kesehatan gigi dan mencegah infeksi.
Enzim sangat berguna untuk manusia berusia lanjutkarena enzim adalah
satu-satunya pekerja yang membangun tubuh (Anonim, tahun1). Oleh karena makanan adalah sumber asupan gizi
dan nutrisi, hendaklah berhati-hati falam memilih makanan yang baik untuk
kebutuhan diri seperti disebutkan dalam Al-Qur’an surat Abasa : 24.
(٢٤:س بع) طَعَامِهِۦٓ إِلَىٰ
الْإِنسٰنُ فَلْيَنظُرِ
“Hendaknya
manusia memperhatikan makanannya” (penerjemah ,tahun)
Makanan bisa berdampak sangat baik dan sangat buruk bagi kesehatan
manusia. Makan yang berdampak baik bagi kesehatan manusia adalah makanan yang
mengandung nilai gizi dan nutrisi tinggi, bahkan hanya dengan mengkonsumsi
makanan yang baik, sesorang dapat sembuh dari penyakit tertentu.
Sedangkan makanan yang buruk adalah makanan yang mengandung nilai gizi rendah, bahkan
tidak mengandung gizi. Makanan yang buruk mengandung zat berbahaya, seperti
bahan kimia berbahaya dan pengolahan makan yang buruk.
Betapa
pentingnya mengkonsumsi makanan yang baik dan menghindari makan yang buruk
seperti yang sebenarnya itu telah dianjurkan sejak 14 abad yang lalu oleh Allah
di Al Qur’an surat Al-Baqarah : 168.
تَتَّبِعُوا۟ وَلَا طَيِّبًا حَلٰلًا الْأَرْضِ فِى مِمَّا كُلُوا۟ النَّاسُيٰٓأَيُّهَا (١٦٨ : ةرقبلا) مُّبِينٌ عَدُمْ وٌّلَكُإِنَّهُۥ ۚ الشَّيْطٰنِ خُطُوٰتِ
”Hai sekalian
manusia ,makanlah yang halal lagi baik dari pada apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan
itu adalah musuh yang nyata bagimu“ (QS:2:168).
Allah
memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan hanya halal, tapi juga baik
agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan
bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas.
Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat lain seperti yang terdapat pada surat
Al-Maidah : 88.
أَنتُم الَّذِىٓ اللَّـهَ وَاتَّقُوا۟ ۚ طَيِّبًا حَلٰلًا اللَّـهُ رَزَقَكُمُ مِمَّا وَكُلُوا۟
(٨٨ :
ةدئاملا) مُؤْمِنُونَ بِهِۦ
“Dan
makanlah makanan yang halal lagi baik (thoyib),dari
apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu
beriman kepada-Nya” ( penerjemah ,tahun).
Makanan yang
thoyib adalah mencakup makanan yang baik. Baik artinya makanan tersebut :
bergizi, bersih, sehat, aman, berkualitas mulai dari pembelian bahan baku,
pengawasan mutu, produksi, penyimpanan, distribusi, transportasi dan kemitraan (Anonim, tahun 2). Menurut William Wongso (tahun), seorang
pakar kuliner ternama Indonesia ini dikenal dengan inovasi cita-rasa di dalam
setiap masakannya, setiap orang bisa memulai hidup sehat dimulai dengan
mengkonsumsi makanan sehat.
Pada umumnya masyarakat di Indonesia dalam mengolah makan
yang baik dan sehat menggunakkan beberapa metode antara lain: mengukusan,
merebus, membakar, menggoreng. Pengolahan makanan dengan mengukus yaitu mematangkan bahan makanan
menggunakan uap air, mengukus sering
dipilih karena alasan kesehatan. Dalam mengukus, bahan makanan dimatangkan
tanpa minyak, sehingga makanan kukus dianggap lebih sehat